Ah, Sudah Mulai Berkarat

Antena Berkarat

Malam itu ribuan semut memenuhi layar televisi kami, di tambah lagi suara kresek-kresek yang mengganggu telinga. Tapi mau apa di kata, itulah kenyataannya. Bukan kesalahan dari setasiun televisinya, bukan pula kesalahan dari pemancar. Toh siaran di televisi tetangga baik-baik saja. Jadi apakah yang salah dengan televisi kami?

Ah ternyata antena televisi kami sudah mulai berkarat. Mungkin bisa jadi itulah penyebabnya, sehingga aliran sinyal tidak dapat diterima dengan baik. Dan hasilnya ya begitu, siaran televisi tidak dapat kami nikmati dengan jelas. Sungguh menyedihkan.

Namun jika dipikir-pikir, seringkali hidup kita mirip dengan antena televisi yang berkarat. Kita mengira Tuhan itu hanya diam saja nun jauh di sana seolah-olah tak peduli. Ribuan doa yang kita panjatkan tak terbalaskan. Padahal telinga ini yang ternyata tak mampu mendengar suara dari Surga. Yah dunia ini telah merusak pendengaran kita, bahkan membutakan mata kita untuk melihat kebaikanNya.

Terlalu banyak karat-karat dalam hidup kita. Cobalah bersihkan diri dari karat yang telah menempel. Sehingga nantinya kita tak akan salah pilih lagi. Tersesat kemudian menderita, bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita, bukan karena kita ditinggalkanNya. Namun lebih karena hidup kita yang telah berkarat.

Tuhan Yang Maha Kasih selalu tetap setia. Tidak hanya menunggu dan diam saja. Entah sudah berapa banyak bahkan tak terhitung karya-karyaNya. Ia sudah dan selalu mengarahkan kita menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan dan rahmat. Hingga akhirnya kita dapat menikmati surga di bumi dan surga di surga nanti.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan