AWAN

awan

Ia bergerak bebas ke mana ia suka. Bebas menuju ke tempat dimana angin (takdir) membawanya. Bebas untuk menjadi apa, tak pernah ia keluhkan. Meski terkadang banyak orang mencelanya karena dia tiba-tiba jadi mendung. Namun tak sedikit juga yang memujinya sebagai pelindung dari teriknya sinar matahari.

Awan tetaplah awan. Tak ada yang menghalangi setiap langkahnya. Saat ia menjadi besar atau kecil, saat ia harus luluh dan turun ke bumi menjadi titik hujan, semua ia lakukan dengan pasrah.

Pasrah bukan berarti ia lakukan dengan terpaksa. Tapi semua itu ia lakukan karena memang itulah yang harus ia lakukan.Tanpa pamrih tanpa imbalan. Siklus dan garis hidup yang telah ditentukan baginya.

Jadilah manusia yang hidup tanpa pamrih. Berikan apa yang mampu dan bisa kita berikan. Tak usah berpikir, imbalan apa yang akan kita dapat kelak. Itu urusannya TUHAN.

Seperti awan yang rela menjadi hujan atau payung tanpa memikirkan balasan apapun dari manusia.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan