Benih Pohon Bambu

a.baa-lucky-bamboo-tree

Tak bisa kita pungkiri hidup ini tidaklah mudah. Segala sesuatu kadang tak berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan kita. Hambatan, tantangan, masalah demi masalah menghalangi jalan kehidupan. Mereka seolah ingin menunjukkan betapa berkuasanya mereka atas hidup ini. Lantas apakah itu pertanda kita harus melambaikan tangan tanda untuk menyerah.

“Tuhan, berikan aku satu alasan mengapa aku tak boleh berhenti?” tanya seorang anak muda yang mulai putus asa.

Lalu dengan tersenyum Tuhan pun menjawab. “Lihatlah benih bambu dan pakis yang ada diujung kebun itu. Mereka aku tanam pada waktu yang bersamaan. Tahun pertama pakis itu mulai tumbuh namun hal itu tidak terjadi pada benih bambu. Aku tidak menyerah saat itu. Mereka tetap aku rawat dengan sebaik-baiknya. Tahun kedua, pakis itu mulai tumbuh lagi dengan lebatnya. Dan lagi-lagi benih bambu tetap tidak ada tanda-tanda untuk tumbuh. Begitupun seterusnya hingga tahun kelima sebuah perubahan kecil muncul. Sebuah tunas muda mulai tumbuh dari benih bambu itu. Dibanding dengan pakis yang sudah demikian lebatnya, tunas itu seakan tak berarti. Tapi lihatlah, dalam waktu enam bulan saja ia telah tumbuh mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki.”

Anak muda itu hanya diam mendengar penjelasanNya.

“Lima tahun, benih bambu itu berupaya untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar yang kuat sehingga ia dapat bertahan menghadapi terpaan angin yang kencang. Ketahuilah anak muda, Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka hadapi.”

Tuhan tak pernah lelah dan menyerah untuk merawat dan mempertahankan hidup kita. Jadi mengapakah kita harus memutuskan diri untuk menyerah dan berhenti.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan