Berikan Yang Terbaik Dalam Hidupmu

Rumah

“Bisakah anda membuatkan satu buah rumah sebelum anda memutuskan untuk pensiun?” kata seorang pemilik sebuah perusahaan konstruksi kepada salah seorang karyawannya yang hendak memutuskan pensiun.

Karyawan itu sebenarnya ingin menolaknya. Namun ia tak bisa. Seolah ia ingin meninggalkan kesan yang baik di sisa karirnya.

“Baiklah pak, saya akan membuat rumah sesuai yang bapak inginkan,” kata karyawan itu dengan muka tertunduk lesu.

Dalam kenyataannya, karyawan itu memang membuat sebuah rumah. Tapi ia membuatnya tidak seperti biasanya. Bahan-bahan yang dipilihnya bukanlah bahan yang terbaik. Kayu kualitas nomor dua, desain yang asal-asalan. Semuanya dikerjakannya tidak dengan sepenuh hati. “Toh sebentar lagi aku akan pensiun,” gumamnya dalam hati.

Akhirnya selesai juga rumah yang dikerjakannya itu.

“Pak, ini rumah yang bapak inginkan. Saya telah selesai membuatnya untuk bapak.”

Pemilik perusahaan lalu mengamat-amati rumah itu dengan melihat setiap detail bangunan. Dengan tersenyum lantas ia berkata kepada karyawannya “Saya ucapkan terima kasih atas peran anda dalam perusahaan ini. Dan ambillah rumah ini sebagai hadiah dari saya.”

Karyawan itu pun merasa kaget dan sekaligus menyesal. Andai saja ia tahu bahwa rumah itu untuknya, tentu saja ia akan mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Tapi semuanya sudah terlambat dan itulah kenyataan yang harus ia terima.

Kita tak kan tahu apa yang terjadi hari esok. Namun yang pasti bahwa hari esok adalah akibat dari sikap dan pilihan yang kita perbuat di hari ini. Berikan yang terbaik dari sisa hidup yang kita jalani dan suatu saat kita akan menerima hasilnya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan