Berjalan Bersamamu

autumn

Aku mau belajar untuk selalu bangga, bahwa sesungguhnya diriku adalah karya Tuhan yang istimewa. Hanya mendengarkan namun tak benar benar untuk mendengarkan. Hanya percaya tapi tak benar-benar untuk percaya.

Terlalu sibuk dengan diriku sendiri dan tak mempedulikanmu. Maafkan aku yang terlalu egois. Menganggapmu ada hanya saat aku butuhkan, namun dengan sabar dan setia selalu kau luangkan waktumu untukku.

Selalu tersungging sebuah senyumanmu tatkala kiat bersua, meski kuacuhkan seperti biasa. Seolah tak ada yang istimewa dalam dirimu. Hingga saatnya aku tersadar betapa berharga dan mulianya hatimu yang selalu ada disisiku.

Menjadi manusia yang bersyukur. Itulah yang hendak aku lakukan. Mencoba membuat lembaran hidup yang baru. Dan itu hanya denganmu. Iya denganmu yang setia disampingku. Kau ulurkan tanganmu saat aku terjatuh dan membantuku untuk berdiri kembali. Kau berikan pundakmu untuk aku bisa bersandar saat aku lelah. Terima kasih selalu ada buat hidupku.

Aku yakin kita akan bisa melewati hidup ini bersama-sama. Dulu aku mungkin berjalan sendirian karena aku ingin berjalan cepat. Tapi sekarang aku ingin berjalan jauh, jauh sampai tujuan kita dan aku telah putuskan untuk berjalan bersama denganmu.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan