Berserah Penuh

writing-exercise-comfort-zone

“Tuhan, apakah aku tidak layak untuk untuk hidup ?” seru Karim kepada Tuhan dalam setiap doa-doanya. Hidup yang dimaksud oleh Karim adalah hidup terbebas dari penyakit yang telah menimpanya bertahun-tahun. Seluruh tubuhnya penuh dengan borok dan tak satu pun obat yang ada bisa menyembuhkan penyakitnya.

Selain itu yang lebih membuat Karim kesal adalah Tuhan lebih dulu menyembuhkan si Abdul. Abdul adalah seorang preman yang tidak mempunyai pekerjaan. Setiap hari hanya ia habiskan untuk mabuk-mabukan. Tak jarang ia membuat resah warga desa dengan kejahatan demi kejahatan yang dilakukannya.

Hingga suatu kali Abdul terkena demam berdarah dan hampir mati. Tetapi Abdul sadar akan segala dosa-dosanya dan bertobat. Lalu selang 3 hari Tuhan memberikan kesembuhan dan Abdul memulai hidupnya yang baru dengan meninggalkan segala kejahatan yang pernah dilakukannya.

Tahun demi tahun berlalu dan Karim pun tak kunjung mengalami kesembuhan. Justru penyakit itu membuat tubuhnya semakin kurus. Tak ada lagi warga desa yang menjenguknya karena mereka tidak tega untuk melihat keadaan Karim yang semakin memburuk. Namun atas semuanya itu Karim tidak menyerah dan tidak lelah untuk terus berdoa kepada Tuhan.

Hingga suatu malam Karim pun bermimpi. Dalam mimpinya Karim mendengar suara Tuhan yang berkata padanya.

“Aku tahu hatimu kesal dan terusik, mengapa Aku lebih dahulu menyembuhkan Abdul daripada dirimu. Bahkan kamu pun tahu Abdul adalah orang yang tidak pernah berdoa dan lebih-lebih hidupnya hanya penuh dengan kejahatan. Jika aku menunda kesembuhan Abdul, tentulah ia akan putus asa dan mungkin bunuh diri karena imannya tidak kuat menjalani kehidupan ini.”

Lalu Tuhan melanjutkan perkataannya.

“Karim, engkau adalah umat-Ku yang setia. Engkau habiskan waktumu untuk berbuat kebaikan dan melayani pekerjaan-Ku. Aku sengaja menunda kesembuhanmu karean Aku yakin kamu mampu bertahan melewati cobaan itu dan tidak undur dari hadapanKu. Bahkan kamu pun sudah tidak peduli lagi akan penyakitmu, apakah akan sembuh atau tidak. Engkau tetap berdoa dan beriman kepada-Ku bukan lagi memohon kesembuhan melainkan karena engkau ingin berbicara dengan Aku. Engkau habiskan hidupmu dengan tetap berserah penuh pada-Ku apapun yang terjadi. Aku telah menjadi segala-galanya dalam hidupmu melebihi hidupmu sendiri.

Dan keesokan paginya, saat Karim bagun dari tidurnya, ia telah sembuh dari penyakitnya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan