Bertahan Hidup

Bertahan Hidup

Hidup ini memang keras. Ada yang bilang kalau hidup itu gak mudah membalik sebuah telapak tangan. Dan itu memang benar adanya. Hidup itu perlu perjuangan. Perjuangan yang tak mengenal kata menyerah untuk menggapai batasan yang lebih baik.

Menyerah bukanlah jalan keluar. Menyerah tidaklah membuat hidup ini menjadi lebih baik. Di saat semuanya tampak buntu, dan tak ada jalan lagi untuk dilalui, haruskah kita berhenti?

Diperlukan lebih dari sebuah tekad dan keyakinan, bahwa aka nada masanya kita akan memetik dari benih-benih yang kita taburkan. Kapan waktunya? Kita tak kan pernah tahu. Bila saat ini hidup nya terasa hampa dan membosankan, mungkin itu semua karena kamu terlalu lama hidup di dalam. Cobalah untuk melihat keluar, dan pandanglah kehidupan demi kehidupan yang terus dan selalu bergerak.

Di pagi-pagi buta, akan kamu lihat seorang pemulung yang dengan telitinya mengorek-ngorek bak sampah di setiap jalan-jalan yang ia lalui. Dengan harapan ia menemukan botol-botol bekas yang masih bisa ia tukarkan dengan rupiah.

Beberapa anak-anak kecil ramai-ramai menghampiri mobil di perempatan lampu merah. Menjual suaranya sambil bertepuk tangan menyanyikan sebuah lagu. Berharap sebuah kaca mobil yang terbuka dan terulur tangan yang meberikan rupiah.

Tampak juga seorang laki-laki paruh baya yang berjalan berkeliling di setiap komplek perumahan. Menyusuri jalan setapak demi setapak kalau-kalau ada yang membeli sandal yang ia jajakan. Sandal- sandal yang bisa membuat dapur keluarganya tetap “ngebul”. Sandal yang bisa berubah wujud menjadi rupiah jika ada yang berniat membelinya.

Dan itulah segelintir kisah-kisah kehidupan yang bisa kamu temui di jalanan. Jalanan laksana medan perang, mengharuskan kita untuk menghindari peluru-peluru kelaparan dengan harapan kita bisa bertahan hidup. Hidup dengan lebih baik, dari hari-hari kemarin.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan