Buka Dulu Topengmu

Identity

Andaikan seorang menteri ikut dalam lomba foto amatir tingkat kecamatan atau mungkin seorang artis yang terkenal mengikuti lomba balap karung. Jika seorang manager menimba sumur atau mengikuti kegiatan donor darah. Bila seorang raja yang mengepel lantai kerajaannya sendiri. Pantaskah mereka melakukannya?

Jelas saja pantas. Kenapa tidak pantas? Toh mereka semua adalah manusia yang sama seperti kita. Mereka pantas-pantas saja melakukan semuanya itu, asalkan mereka jujur pada diri sendiri dan tidak malu. Nyaman melakukannya dan tidak terikat beban secara moral.

Selama ini kita hanya fokus dan membayar mahal image diri/citra diri alias “topeng”. Melupakan pentingnya membangun sebuah karakter dan kepribadian. Terlalu dalam menjaga gengsi dan kedudukan.

Menjadi diri kita sendiri itu tidaklah mudah. Perasaan malu, takut dikomentarin, takut digosipin, tidak nyaman, takut dianggap gila, takut dikucilkan selalu membayangi hidup kita. Padahal itu resiko yang nyata. Kita akhirnya menjadi orang lain yang selalu ingin tampil sempurna dan baik hati. Seolah-olah tanpa cacat, tanpa salah. Biayanya jauh lebih mahal dan resikonya lebih gawat lagi. Membuat batin tertekan dan bisa menjauhkan kita dari kebahagiaan.

Mengapa kita tidak tampil apa adanya. Buka dulu topeng yang selama ini selalu kita kenakan. Selama itu tidak melanggar ajaranNYA, tidak perlu risau. Jalani saja apa adanya. Kita punya hak untuk hidup merdeka dari belenggu-belenggu ini. Hidup kita tidak akan hancur jika orang tahu kalau kita tidurnya “ngiler”. Ketidaksempurnaan itu sangat manusiawi.

Hati nurani ini sudah terlalu lama hidup dalam kesepian, saatnya kembali jati diri sendiri.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan