Bukan Anjing Bodoh

Anjing Pintar

Di sebuah pasar, seorang penjual daging tiba-tiba sangat terkejut. Di hadapannya berdiri seekor anjing dimana pada lehernya tergantung sebuah keranjang kecil. Dengan rasa penasaran, penjual daging itu mendekati dan mengamat-amati anjing tersebut. Ditemukannya sebuah kertas dan beberapa lembar uang di dalam keranjang tersebut.

“Berikanlah satu potong paha kambing dan satu kilo daging ayam. Dan ambilah uang yang ada di dalam keranjang itu.” Begitulah tulisan yang ada pada secarik kertas itu. Penjual daging terheran-heran karena ada anjing yang bisa di suruh berbelanja. Namun dia masih penasaran. Akhirnya di berikanlah pesananan sesuai yang ada di kertas tersebut. Dan di taruhnya di dalam keranjang.

Tak berapa lama kemudian anjing itu pergi. Penjual daging megikuti dari belakang kemana anjing itu akan pergi. Ia begitu penasaran dengan apa yang dialaminya hari ini.

Saat anjing itu hendak menyeberang jalan di sebuah perempatan lampu merah, penjual daging itu mengamat-amati setiap gerakan anjing itu. Dilihatnya anjing itu menatap lampu penyeberangan tanpa menoleh sedikitpun. Sesaat lampu lalu lintas telah berubah warna dari hijau ke merah, semua kendaraan telah berhenti. Anjing itupun mulai menyeberang ke ujung jalan.

Penjual daging terus mengikuti kemana anjing itu pergi. Dia tak bisa menahan kekaguman akan anjing yang diikutinya ini.

“Benar-benar anjing yang pintar” pikirnya dalam hati.

Sekitar 20 menit kemudian, sampailah anjing itu di depan sebuah rumah. Anjing itupun masuk ke halaman dan menuju ke pintu rumah itu. Kaki depannya mulai digaruk-garukan pada pintu pertanda bahwa dia ingin masuk ke dalam rumah itu. Tak kunjung ada jawaban, anjing itu meletakkan keranjang bawaannya. Anjing itu mundur beberapa langkah dan tiba-tiba lari dengan membenturkan kepalanya pada pintu itu berulang-ulang kali.
Mendengar suara gaduh di depan rumahnya, si pemilik rumah pun melihat keluar dari loteng atas.

“Dasar anjing bodoh!” Pemilik rumah itu mulai berteriak dengan keras dan memaki-maki anjing tersebut. Sesekali dilemparinya anjing itu dengan batu-batu kecil. Melihat kejadian itu, penjual daging yang melihat dari luar merasa tidak terima dengan perlakuan si pemilik rumah.

“Hei, apa yang kau lakukan! Anjingmu itu pintar dan jenius. Ia layak sekali masuk acara TV” teriak penjual daging dari kejauhan.

Merasa tak mau kalah, si pemilik rumah pun membalas, “Apa kau bilang? Jenius?” Dia pun melanjutkan perkataannya, “Hampir setiap belanja, anjing ini selalu lupa membawa kunci rumah. Benar-benar anjing yang tolol dan bodoh.”

***

Terkadang banyak orang yang selalu merasa tidak pernah puas dengan apa yang sudah ia dapatkan dan miliki. Mereka terlalu sibuk menutupi kekurangannya sendiri dan tidak pernah mau menerima opini dari orang lain. Bagaimana dengan kita ?

Comments

comments

Tinggalkan Balasan