Bukan Soal Kemenangan

Bukan Soal Kemenangan

Bukan Soal Kemenangan

Kehidupan yang kita jalani saat ini, tidak hanya berbicara tentang siapa yang menang atau yang kalah. Siapa yang kuat atau yang lemah. Siapa yang berhasil atau gagal. Masih ada nilai-nilai mulia yang bisa kita ambil di tengah kerasnya hidup ini dimana kita dituntut untuk menjadi yang terbaik. Tidak terkecuali teladan-teladan yang bisa kita ambil dari pertandingan sepak bola, yang tidak selamanya hanya mengejar sebuah kemenangan.

1.    Kejujuran

Hanya tiga menit sejak kick-off Serie A giornata 5, Kamis (27/9), Klose mencetak gol yang membawa Lazio unggul 1-0 atas tuan rumah Napoli. Kubu Napoli melakukan protes keras karena striker Lazio itu mencetak gol itu dengan tangan, tapi wasit mengesahkannya. Di tengah keributan, Klose menunjukkan kedewasaan serta kejujuran dengan menghampiri sang pengadil dan mengakui handball-nya tersebut. Gol Klose pun dibatalkan, dan Lazio kemudian kalah 0-3 setelah Edinson Cavani mengukir hat-trick untuk Napoli.

Klose

Klose

2.    Belas Kasihan

Pada tanggal 16 Desember 2000. Di masa waktu tambahan (injury time), West Ham mendapat kesempatan melakukan serangan terakhir. Dari sayap kanan, penyerang West Ham – Sinclair lepas dari pengawalan pemain belakang Everton. Kiper Everton Paul Gerrard mencoba keluar untuk memotong gerakan Sinclair.

Sliding tackle yang dilakukan Gerrard di luar kotak penalti bukan hanya gagal, tetapi membuat dirinya berteriak kesakitan karena posisi jatuh yang tidak benar. Dalam posisi Gerrard yang terkapar di luar kotak penalti, Sinclair memberi umpan ke arah Paolo Di Canio yang berdiri bebas di mulut gawang Everton. Dua pemain belakang Everton ada di mulut gawang, namun jaraknya sekitar tujuh meter dari Di Canio.

Pemain West Ham itu dengan mudah sebenarnya bisa mengontrol umpan Sinclair dengan dada dan dengan kualitasnya diyakini Di Canio akan bisa membobol gawang Everton. Namun, di luar dugaan Di Canio tidak melakukan itu. Ia justru menangkap umpan Sinclair dengan tangan dan kemudian berlari ke arah Wasit Wilkes untuk meminta wasit menghentikan pertandingan karena kiper Everton cedera.

Paolo Di Canio

Paolo Di Canio

3.    Memberi

Sekitar 1998, penyerang asal Liverpool, Robbie Fowler pernah membuang dengan sengaja kesempatan mencetak gol dari titik penalti, karena merasa keputusan wasit untuk menghukum kiper Arsenal David Seaman yang dianggap menjatuhkannya di kotak penalti, tidak tepat.

David Seaman terlihat seperti menjatuhkan Robbie Fowler dalam pertandingan Arsenal kontra Liverpool. Fowler segera berusaha memberitahu wasit bahwa tak ada pelanggaran namun wasit tak bergeming. Fowler sendiri yang mengambil tendangan penalti tersebut. Tetapi Fowler sengaja memberikan bola itu dengan menendang dengan pelan dan diarahkan kepada Seaman dan berhasil di mentahkan.

Robby Fowler

Robby Fowler

Comments

comments

Tinggalkan Balasan