Burung Yang Terluka

birds-have-feelings-6

Suatu ketika seorang yang tidak percaya adanya TUHAN (atheis) hendak berkunjung ke rumah tetangganya yang hidupnya sangat taat. Ia merasa heran sekaligus ingin tahu mengapa tetangganya itu selalu pergi ke rumah ibadah, bahkan pernah secara tidak sengaja ia mendengar tetangganya berdoa mohon pengampunan dari TUHAN.

“Mengapa tetanggaku itu mohon ampun, kesalahan apa yang telah ia lakukan? Sungguh merepotkan saja?” gumamnya dalam hati.

Tak berapa lama, tiba sudah ia dirumah tetangganya itu. Diketuknya pintu dan keluarga laki-laki separuh baya sambil tersenyum.

“Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?”

“Saya mau pergi berburu ke hutan, mungkin saja kamu mau ikut denganku? Oh iya.. dan satu lagi yang sampai sekarang membuatku sedikit heran, kamu selalu hidup dengan taat dan saleh. Rajin berdoa dan beribadah. Apakah itu tidak merepotkan dirimu.”

Laki-laki separuh baya itu pun terdiam sejenak lalu berkata “Apakah bapak lihat burung yang sedang hinggap didahan itu. Bisakah bapak menembaknya?”

Tiba-tiba terdengar beberapa tembakan.

Tampaklah oleh mereka seekor burung yang sudah mati dan yang satu lagi berusaha lari sambil mengepak-ngepakkan sayapnya  karena terluka pergi menjauh dari tempat itu.

Lantas laki-laki separuh baya itu melanjutkan perkataannya “Hidup saya bagaikan burung yang terluka dan berusaha pergi untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih baik. Saya harus berusaha keras untuk mendapatkan itu. Terus berjuang meski itu merepotkan dan melelahkan. Namun bagi orang-orang yang tidak percaya akan TUHAN, mereka bagaikan burung yang sudah mati, karena ia tidak akan mengepak-ngepakkan sayapnya”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan