Catatan Seorang Ayah (Courageous)

renungan-03-agustus-2014-cinta-seorang-ayah

Sejak kematian putriku yang tercinta, aku meminta kepada TUHAN untuk menunjukkan kepadaku lewat FirmanNYA bagaimana aku seharusnya menjadi seorang ayah.

Sekarang aku percaya bahwa TUHAN sangat menginginkan setiap ayah dengan penuh keberanian melangkah dan melakukan apa saja yang harus dilakukan untuk terlibat di dalam kehidupan anak-anaknya.

Bukan hanya sekedar ada buat mereka atau menyediakan kebutuhan mereka, tetapi berjalan bersama mereka dalam menjalani hidup anak-anaknya dan menjadi gambaran nyata dari karakter TUHAN, BAPA mereka di surga.

Seorang ayah harus mengasihi anak-anaknya dan mencari cara untuk memenangkan hati anak-anaknya. Ia harus melindungi mereka, mendisiplinkan mereka, dan mengajarkan mereka tentang TUHAN.

Ia harus menjadi teladan bagaimana berjalan di dalam kebenaran dan memperlakukan orang lain dengan hormat dan membawa anak-anaknya menjadi pria dan wanita yang bertanggung jawab di dalam hidup mereka dan melakukan hal yang berarti untuk kekekalan.

Beberapa ayah akan mendengarkan hal ini dan mengejeknya atau tidak menghiraukannya. tetapi aku memberitahumu sebagai seorang ayah, kalian semua dipercaya TUHAN di dalam posisi yang sudah TUHAN berikan kepadamu

Kita bisa tertidur dan jatuh dari roda kehidupan dan bangun suatu saat kemudian menyadari bahwa pekerjaanmu atau hobimu tidak punya nilai kekekalan tetapi jiwa anak-anakmu punya. Beberapa ayah mendengarkan hal ini dan setuju tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Sebaliknya, mereka akan hidup untuk diri mereka sendiri dan membuang kesempatan dengan meninggalkan harta yang indah ini kepada generasi selanjutnya

Tetapi ada beberapa ayah, yang tidak memperhatikan kesalahan yang terjadi pada masa lampau, menyesalkan hal-hal yang tidak dilakukan oleh ayah kami dimasa lalu, akan menguatkan tangan kami dan sepanjang sisa hidup kami mencintai TUHAN dengan sepenuh hidup kami dan mengajarkan anak-anak kami untuk melakukan hal yang sama, dan sampai kapanpun, mengasihi dan menjadi teladan bagi mereka yang tidak memiliki ayah dalam hidup mereka karena sesungguhnya mereka sangat membutuhkan ayah yang akan menolong dan mengarahkan.

Kalian tidak perlu bertanya siapa yang akan menuntun keluargaku, dengan anugerah TUHAN, aku akan melakukannnya.

Kalian tidak perlu bertanya siapa yang akan mengajari anak laki-lakiku untuk mengikuti KRISTUS, karena aku akan melakukannya.

Siapa yang akan menerima tanggung jawab untuk menghidupi dan melindungi keluargaku?

Aku.

Siapa yang akan meminta kepada TUHAN untuk mematahkan belenggu tabiat buruk di dalam sejarah keluargaku?

Aku.

Siapa yang akan berdoa dan memberkati anak-anakku untuk tetap mengejar apapun yang TUHAN inginkan untuk dilakukan?

Aku seorang ayah. Akan kulakukan.

Aku menerima tanggung jawab ini, dan merupakan hak istimewa untuk bisa merangkulnya.

Aku ingin pertolongan TUHAN dan berkat TUHAN ada di dalam rumahku.

Dimana kalian, ayah-ayah yang takut akan TUHAN?

Ini waktunya untuk bangkit dan menjawab panggilan TUHAN yang diberikan kepada kita dan berkata,

“Aku lakukan, aku lakukan, aku lakukan.”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan