Cinta Itu Telah Pergi

Cinta Itu Telah Pergi

Keesokan harinya aku kembali bertemu dengan perempuan itu di sebuah cafe. Kami pun terlibat obrolan yang ringan dan tanpa aku sadari membuat kami begitu akrab. Akhirnya aku putuskan untuk mengajaknya keliling kota itu. Seharian aku habiskan waktu bersamanya. Hingga menjelang...
I Love U

I Love U

Kubuka mata perlahan-lahan, masih kurasakan pusing di kepalaku. Pagi itu mentari mulai mengintip melalui jendela kamarku. Aku lihat sekeliling kamar, semua tampak rapi. Masih terasa malas aku untuk beranjak dari tempat tidur. Aku mencium bau alkohol dan ternyata dari mulutku...
Nasi Goreng

Nasi Goreng Untuk Istriku

Di kala senja itu, kulihat cuaca agak mendung. Aku lihat jalanan sangat macet. “Wah bisa-bisa kemalaman sampai rumah nih,” gumamku dalam hati. “Bang, kiri bang!” teriakku pada abang sopir angkot. Aku pun turun dan aku keluarkan uang lima ribuan. Sambil...
Sepotong Cinta

Sepotong Cinta

Hari ini kujumpai pagi lagi. Masih sama seperti kemarin, di mana aku berlama-lama menunggu ibu di sini. Ibu selalu mengenakan baju bermotif bunga-bunga dan melingkarkan syal ungu pada lehernya. Ibuku cantik sekali. Kali ini aku juga menunggu dan berharap ibu...
Mengetuk Hati

Malaikat Kecil Itu Mengetuk Hatiku

“Kak, mau beli koran?” tiba-tiba suara seorang anak perempuan menyadarkanku. “Maaf ya dik, kakak sudah beli koran?” sahutku sambil kutunjukkan koran milikku. “Mungkin kakak mau beli permennya?” “Tidak dik, terima kasih.” “Atau kakak mau beli tisu?” tanya anak perempuan itu...
Kujaga Hati Ini

Kujaga Hati Ini

Seperti terbangun dari mimpi yang panjang, ku diam sejenak. Aku lihat sekeliling, nampak wajah-wajah yang memancarkan senyum keramahan. Tidak dapat aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Perlahan bak mentari yang beranjak untuk bersinar, disitulah kesadaranku mulai kembali. “Operasimu berjalan lancar....
Terseyumlah dengan Hatimu

Tersenyumlah Dengan Hatimu

Aku melangkahkan kaki menuju sebuah cafe dan perasaan itu masih membelenggu hatiku. Hujan rintik-rintik di pagi itu tiada henti menemani langkah gontaiku. Kuhela nafas sejenak dan masuk ke dalam antrian orang-orang untuk memesan minuman hangat. Tak lama kurasakan ada sesuatu...
Menguji Cinta

Menguji Cinta

Kali ini kami menatap langit kelabu. Perempuanku begitu asyik memainkan titik-titik air yang memenuhi permukaan kelopak mawar kesukaannya. Aku tahu bahwa dia tengah gusar dan ternyata memang benar. “Mas, aku mau mengatakan sesuatu.” “Katakan saja.” “Kau masih ingat dengan pria...
You might also likeclose