Dibalik Sebuah Pekerjaan

Rel Kereta Api

“Bukannya seharusnya bapak istirahat di rumah, menikmati hari-hari tua dengan isterinya. Mengapa bapak memaksakan diri dengan memeriksa satu persatu mur penyangga rel,” tanya seorang pemuda terheran-heran.

Dihadapan pemuda itu yang adalah seorang pengusaha, berdiri seorang laki-laki tua yang telah menghabiskan waktunya untuk bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api. Rutinitasnya setiap hari adalah menyusuri rel kereta dan memeriksa serta memastikan mur-mur penyangga rel kereta berfungsi dengan baik. Tangannya selalu membawa sebuah kunci pas. Kemanapun ia berada, kunci itu tak pernah lepas dari genggamannya.

Laki-laki tua hanya tersenyum. “Anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini. Tidak mungkin aku meninggalkannya.”

“Tapi apa yang anda cari pak? Bukankah anak-anak bapak sudah sukses? Bukankah lebih baik bapak di rumah menghabiskan waktu dengan keluarga bapak. Dan saya yakin penghasilan dari pekerjaan bapak tidaklah seberapa,” potong anak muda dengan cepat.

“Anak muda, rupanya kau belum mengerti juga mengapa aku mau melakukan ini. Bukan hanya uang sebagai tujuan utamanya. Lihatlah berapa banyak nyawa yang bisa terselamatkan karena pekerjaan ini. Seandainya sehari saja aku tinggalkan dan kemudian ada baut atau mur yang terlepas, bukankah hal itu bisa membahayakan kereta yang melintas. Dan jika terjadi kecelakaan, berapa banyak keluarga yang merasa kuatir akan keselamatan orang-orang terdekat mereka yang saat itu berada di dalam kereta.”

Semangat itulah yang selalu menemaninya bekerja selama ini. Dan laki-laki tua itu pun berlalu pergi dengan terus berjalan di sisi rel menghabiskan waktunya dengan sebuah tujuan mulia.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan