Gak Ada Bedanya

uluran-tangan3
Masihkah kita ingat dengan bencana tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun yang lalu. Atau mungkin angin puting beliung dan banjir yang melanda Taiwan (tahun berapa saya gak ingat) yang kabarnya menewaskan sekitar 500 orang. Dan masih banyak lagi bencana alam, kecelakan yang merenggut nyawa orang-orang.

Jika kita bisa mengulur waktu sejenak, melihat kebelakang sebelum bencana itu datang. Siapa sajakah mereka itu semua? Mungkin mereka pengusaha yang sukses, preman kelas kakap, buronan nomor satu, anak sekolah yang rangking satu. Atau bahkan konglomerat super kaya, komandan polisi, wakil rakyat dan siapa saja yang bisa dikategorikan orang-orang yang “sukses” hidupnya.

Namun pada saat bencana itu datang, kejadian akan berbalik 180 derajat. Semua yang ada dalam gengaman tangan akan hilang lenyap seketika. Konglomerat dan gelandangan yang tenggelam oleh air bah mempunyai harapan selamat yang sama. Wakil rakyat dan para pemulung punya peluang yang sama untuk bertahan hidup. Mereka akan berjuang untuk tetap hidup selagi bisa. Gak ada bedanya antara orang yang “sukses” hidupnya dengan sang gelandangan yang memang dari dahulu tidak punya apa-apa.

Oleh karenanya beruntunglah jika kita saat ini masih bisa menjadi orang-orang “sukses” yang sebenarnya.  Jangan pernah ada jarak untuk menemani mereka yang kekurangan. Gak ada salahnya turun ke jalan menggunakan “kesuksesan” untuk menjadi berkat bagi mereka yang lama diabaikan.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan