Generasi Bahagia

gobak sodor

Bagi kita yang lagi ditahun 80 an, bisa jadi disebut generasi yang bahagia. Mungkin tak semuanya setuju, namun bagi kami generasi yang lahir di tahun itu benar-benar bahagia.

Kami yang lahir di generasi itu pada umumnya masih bermain di halaman atau di lapangan. Bermain petak umpet, gobak sodor, betengan, benthik, main kelereng, lompat tali, jamuran dan masih banyak lagi. Kami berlarian dan bersembunyi penuh dengan canda dan tawa. Bebas mandi di kali tanpa ada rasa takut kena dampak limbah sampah.

Karet gelang, isi sawo, sandal jepit, baterai bekas pun bisa kami ubah menjadi mainan yang mengasyikkan. Dan jika ada pesawat terbang yang melintas, langsung ramai-ramai menengadah ke atas sambil berkata “minta uang”.

Kami adalah generasi yang antri di wartel dari jam 5 pagi (ada diskon), mengirim kabar dengan berkirim surat. Dan jika ada surat yang datang sungguh senangnya bukan kepalang. Lebih-lebih dari orang yang kita sayangi. Tiap sore kamu berkumpul bersama menunggu cerita radio Brama Kumbara, Randhu Kalasan atau Nini Pelet.

Kami yang tumbuh di generasi para legenda cinta seperti Dewa 19, Sheila On 7, Kla Project, Stinky. Tak pernah malu kami berlomba menyanyikan lagi-lagu mereka sembari berangkat ke sekolah. Mengumpulkan bungkus permen karet harus lengkap “YOSAN” namun entah kemana huruf “N” tak pernah dapat. Berlomba mengumpulkan TAZOS hingga menjadi hal yang keren di era itu.

Dan itulah sebagian dari kebahagiaan kami di era itu. Di saat sekarang kurikulum pelajaran semakin rumit, di sisi lain kami mengatur waktu untuk bisa berkumpul lagi reunian dengan generasi kami.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan