Hampa

Bisik sang bayu menerpa nirwana
Meratap sedih seorang pujangga
Dengan sejuta penuh puisi cinta
Bicara tanpa ada yang nyata

Terombang ambing bagai rakit di tengah lautan
Terbakar panas lalu tersiram hujan

Kutatap matanya dengan penuh rasa
Ingin mencinta dan dicinta
Namun galau hati yang tak terkendali
Saat kau melangkah tanpa kata

Senyum manis yang telah kau telah beri hanyalah ilusi
Harap yang kau jalani hanya fiksi tak berarti

Semakin dalam bila kau rasakan
Bayanganku tak kan mau hilang
Sayup terdengar lagu tentang cinta
Membuatmu kian melara yang melara

O… Dia t’lah memberi kau sebuah arti cinta
Yang telah lama kau menantikan
Dan membawa mimpi indah namun tak satu jua dapat kau mengerti
Mengapa kau jatuh hati

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan