Hanya Ingin Menengok Putri Saya

boeing

Seorang ibu berencana untuk menengok putrinya yang tinggal di luar negeri. Ia segera memesan sebuah tiket pesawat terbang dan mempersiapkan segala sesuatu yang dibawa untuk diberikan pada putri kesayangannya. Ingin sekali ia segera berangkat agar sehingga beberapa jam kedepan dapat bertemu dengan putrinya.

Tibalah hari yang dinantikan pun tiba. Ibu itu segera berangkat naik pesawat yang sudah dipesan. Rasa bahagia dan senang menyelimuti hatinya. Namun setelah lepas landas, tidak berapa lama pesawat yang ditumpanginya mengalami gangguan. Semua penumpang merasa panik. Tak terkecuali ibu tersebut.

Beberapa waktu kemudian, ibu itu berdoa lalu tertidur. Hingga pesawat itu bisa dikendalikan oleh pilot, tiba-tiba seseorang melihat ibu itu sudah bangun dari tidurnya.

Lantas ia menghampiri ibu dan berkata “Ibu, tadi saya lihat ibu berdoa lalu tertidur dengan pulas. Apakah ibu tidak takut kalau-kalau peswat ini jatuh dan kita semua akan mati?”

Dengan tersenyum ibu itu menjawab “Saya mempunyai dua orang putri, yang satu sedang belajar diluar negeri dimana sekarang saya ingin menengoknya dan yang seorang lagi telah meninggal dunia satu tahun yang lalu. Andai saja pesawat ini jatuh maka saya bisa menengok putri saya yang saat ini ada di surga, dan kalaupun pesawat ini bisa mendarat dengan selamat maka saya bisa menengok putri saya yang sedang sekolah diluar negeri. Jadi apapun yang terjadi dengan pesawat ini, tujuan saya tetaplah tercapai yaitu menengok putri saya.”

Hidup mati manusia ada dalam tangan TUHAN, kita hanya bisa menjalani seturut dengan rancangan TUHAN dalam hidup kita.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan