Hidup Untuk Memberi

Hidup-untuk-memberi

Sekelompok mahasiswa sedang mengadakan penelitian di sebuah desa yang sangatlah terpencil. Mereka haruslah menyelesaikan tugas yang diberikan dari pihak kampus. Pada awalnya mereka sangatlah tidak bersemangat menjalani kegiatan tersebut. Terlebih lagi suasana desa yang tidaklah terlalu ramai. Maklum, mereka adalah anak-anak yang tinggal dikota besar.

Tetapi suatu hari keadaan yang mereka alami menjadi berubah total. Itu semua karena ada seorang nenek yang tinggal di sebelah rumah yang mereka sewa. Nenek itu selalu baik terhadap mereka. Murah senyum pula. Bahkan tak jarang, nenek itu selalu membuat pisang goreng sebagai bekal mereka di pagi hari. Hal itu dilakukannya dengan cuma-cuma, sehingga setiap mereka bangun pagi didapatlah oleh mereka sepiring pisang goreng di meja makan. Selalu begitu setiap harinya.

Namun suatu ketika terjadilah musibah yang tidak mereka duga. Nenek itu meninggal karena sakit yang dideritanya. Para mahasiswa itu merasa sangat sedih. Mereka tak lagi bisa melihat senyum sang nenek. Tak ada lagi yang menyapa mereka dipagi hari kembali. Bahkan sudah tak ada lagi nasi goreng yang selalu menyambut saat mereka bangun pagi.

Tiba-tiba suatu hari sebuah kejadian membuat mereka terkejut. Pagi itu terdapat sepiring pisang goreng di meja makan. Mereka pun bertanya-tanya darimanakah asal pisang goreng ini. Usut punya usut ternyata mereka baru tahu bahwa pisang goreng itu dari salah satu tetangga sang nenek.

Ternyata kebaikan sang nenek selama hidupnya menginspirasi orang-orang yang mengenalnya untuk berbuat hal yang sama. Demikianlah pebuatan baik akan selalu menghasilkan perbuatan baik lainnya. Jadi, janganlah jemu-jemu untuk berbuat baik pada sesama kita.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan