Istirahat Sejenak

Kapak

“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Setiap hari saya sangat sibuk menebang pohon dan saya tak akan membiarkan waktu berlalu begitu saja hanya untuk mengasah kapak,” kata seorang penebang pohon.

Sang majikan pun hanya tersenyum mendengar perkataan penebang pohon itu. Sejujurnya ia sangat bangga pada semangat si penebang pohon tetapi dengan kondisi yang demikian maka semuanya akan sia-sia.
“Tentu kamu masih ingat saat pertama kali kamu kerja. Dengan kapak yang baru dan terasah kamu bisa menebang 10 pohon setiap harinya. Namun di hari berikutnya kamu hanya berhasil menebang 9 pohon. Padahal tenaga dan waktu yang kamu gunakan adalah sama. Dan di hari berikutnya hanya 8 pohon yang berhasil kamu tebang. Tidakkah kamu sadar kalau ada sesuatu yang salah pada dirimu?”

Istirahat bukanlah hanya untuk berhenti. Melainkan mempersiapkan energi untuk melakukan perjalanan yang lebih jauh lagi.

Sesibuk apapun kita, luangkan waktu untuk beristirahat. Jangan terjebak dengan rutinitas yang tak akan ada habisnya. Luangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, bertemu dengan orang-orang yang anda sayangi. Bahkan selalu sisipkan waktu untuk selalu berdoa memohon perlindunganNya. Rasakan spirit baru yang hadir saat itu. Dan disitulah anda telah siap untuk melanjutkan perjalanan hidup anda kembali.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan