Jangan Menyerah

menolong-orang-lain

Bagaimana dengan tanganmu? Apakah masih terluka? Tangan itu … kau terus menggenggamnya sepanjang waktu.

Sial..! Aku sudah melakukan segala cara dan belum berhasil juga.

Ini terlalu cepat untuk menyerah. Dan kau katakan padaku kalau kau adalah seorang …

Tidak, aku haruskan melupakan semuanya? Saat aku telah melarikan diri dari masalah dan kenyataan yang ada. Aku memang pengecut.

Aku selalu lari, lari dan lari. Aku adalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab dan yang tak bisa melakukan satu hal yang benar. Sungguh menyedihkan bukan.

Tapi… ia selalu mempercayaiku. Bahkan meskipun sampai sekarang aku belum berguna bagi hidupnya.

Dan ternyata dirimu sama seperti aku dulu, tak ada seorang pun yang menerima keadaanku.

Apakah aku , kita … orang yang tak berguna? Aku rasa tidak.

Aku terus berkeliling dan terus berkeliling dan tidak memperoleh tempat. Apakah ini sebuah karma? Tak adakah tempat buatku meski hanya sebentar saja?

Aku memang menyedihkan, tak bisa melakukan apapun… Aku tak layak untuk hidup.

Hai,… kau bodoh dan semakin bodoh dengan kata-katamu. Masih ada orang yang mempercayaimu kan? Aku tau kau merasa sendirian dan menderita. Satu orang saja sudah cukup untuk percaya padamu.

Hidup ini belum berakhir, kau tak kan pernah tahu bagaimana semuanya akan terjadi kecuali kau harus mencobanya sampai akhir.

Sekarang… bangunlah, jika kau tak mampu untuk berdiri dan berjalan.. aku akan menggendongmu dan berlari. Itulah janjiku.

Jangan menyerah, kau tahu mengapa? Karena ia selalu menunggumu,… selamanya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan