Just Wait

takdir-kecil

Sebuah perasaan yang terkadang terasa hampa. Teriring bersama berlalunya sang waktu. Disebuah persimpangan hati, jalan manakah yang harus aku lalui. Terus menunggu, menunggu tiada henti tanpa mempedulikan detik-detik yang terus berjalan.

Akupun tak tahu dan tak pernah mengerti setiap rasa yang pernah singgah. Bukan sekedar tuk menghibur diri dan bukan pula karena belas kasihan. Hanya ingin memastikan agar semuanya selaras dengan hati ini.

Rasa bosan yang selalu menghantui. Memojokkan dan terus menghimpit. Tersenyum dengan segala cibirannya, seolah mereka puas akan segala yang pernah aku lakukan. Kesendirian demi kesendirian yang selalu menjadi teman. Tak pernah lekang dan usang. Setia berada disampingku, setiap waktuku. Dan selalu begitu adanya.

Apakah ini yang disebut dengan karma? Kadang aku tak ingin mempercayainya. Namun bukankah hidup ini seperti seseorang yang sedang menabur, hingga suatu saat nanti pastilah ia akan menuai.

Haruskah aku percaya akan takdir? Bukankah Tuhan telah menggariskan yang terbaik bagi hidupku. Mungkin aku harus terus belajar lagi untuk menunggu. Bukan berarti harus dengan berdiam diri. Menunggu hingga semuanya nyata dengan sempurna.

Ah, bukankah Tuhan tidak akan mengambil sesuatu yang berharga dari kita sebelum menggantikannya dengan yang lebih baik. Hingga akhirnya aku akan mengerti bahwa akan lebih baik untuk menunggu orang yang tepat daripada menghabiskan waktu dengan orang yang salah.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan