Kasih Sayang

kasih_sayang_ilustrasi

Adalah sebuah keluarga sederhana yang tinggal di ujung desa. Sepasang suami isteri hidup dengan anaknya yang tunggal. Mereka sehari hari bekerja sebagai petani. Namun demikian mereka tak pernah mengeluh sedikitpun.

Suatu ketika saat menjelang sore hari, datanglah tiga orang tua yang tak dikenal. Berjanggut dan memakai pakaian serba putih.

“Apakah suamimu ada dirumah?” tanya salah satu orang yang berjanggut paling panjang.

“Maaf kek, suami saya masih di sawah dan belum pulang. Dan kakek ini siapa serta ada perlu apa dengan suami saya?”

“Sebelumnya ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya adalah kekayaan, dan dua teman saya adalah bernama kesuksesan dan kasih sayang. Kami hendak menumpang di rumahmu tetapi hanya salah seorang dari kami yang akan masuk kedalam rumahmu sesuai yang kalian inginkan, dan sebagai gantinya akan kami berikan apa yang kami miliki masing-masing.”

Si isteri petani itu senang mendengar kata-kata kakek tua itu. Terbayang dalam pikirannya untuk mengajak kakek kekayaan untuk masuk makan malam bersama keluarganya.

Tak berapa lama suaminya pun pulang. Segera di ceritakannya dan diperkenalkannya ketiga kakek tua yang masih menunggu di teras rumah. Dan diutarakan pada suaminya untuk mengajak masuk kakek kekayaan. Namun suaminya tak setuju. Mereka pun berdiskusi dan akhirnya tiba saatnya untuk makan malam.

Segera isteri petani itu pergi ke teras depan.

“Kek, saya sudah berbicara dengan suami saya, dan kami akan mengundang masuk kakek kasih sayang. Memang kami hanya keluarga sederhana yang tak berlimpah kekayaan. Namun bagi saya, suami dan anak saya, kasih sayang itu lebih dari segalanya.”

Segera kakek kasih sayang beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam. Tak berapa lama kakek kekayaan dan kesuksesan pun mengikuti dari belakang.

“Lho, kok kakek bertiga masuk semuanya? Bukankah seharusnya hanya kakek kasih sayang yang masuk ke dalam sesuai yang saya pinta?”

Tiba-tiba kakek kesuksesan berkata.

“Kami sangat salut dan kagum dengan keluargamu, meskipun kalian hanya petani yang pas-pasan namun kalian tidak tamak dan gila harta. Perlu kamu ketahui aku dan temanku kekayaan mempunya penglihatan yang sudah kabur dan kasih sayang lah yang selalu menuntun kami dari depan. Jadi kemanapun kasih sayang itu pergi, maka aku kesuksesan dan kekayaan akan mengikutinya dari belakang.”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan