Ketika

Embun Pagi

Kalau setiap cerita hidup kita selalu indah, hati ini tak pernah kenal dekat dengan  kesabaran dan keikhlasan.

Kalau setiap yang kita inginkan maunya di kabulkan, kita tak pernah tahu indahnya mendekat kepada Allah bersama dengan sejuta doa dan harapan.

Kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai dengan rencana, kita tak kan pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan.

Kalau setiap impian kita selau menjadi kenyataan, kita akan mudah lupa nikmatnya bersyukur disaat kegagalan yang menjumpai kita.

Hidup ini bukan sekedar perlombaan untuk mewujudkan setiap  keinginan dan harapan kita, namun lebih pada menyelaraskannya dengan setiap karya dan rencana TUHAN.

Apakah kita pantas untuk marah saat mimpi kita dihancurkan?

Apakah kita pantas untuk mengeluh ketika harapan kita tak pernah menjadi kenyataan?

Apakah pantas menyalahkan TUHAN saat hidup ini tak sesuai dengan rencana kita?

Bukankah hidup manusia laksana bunga rumput, yang pagi mekar dan sore akan layu kembali. Hidup ini hanya singgah sesaat untuk minum kemudian akan berlalu kembali.

Tak ada yang abadi dan tak ada yang kekal di dunia ini. Dan tak perlu bersusah-susah mencari apa yang tak bisa di bawa mati.

Kebahagiaan bukan ada saat kita berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, namun lebih pada pengucapan syukur atas apa yang sudah kita miliki.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan