Kujaga Hati Ini

Kujaga Hati Ini

Kujaga Hati Ini

Seperti terbangun dari mimpi yang panjang, ku diam sejenak. Aku lihat sekeliling, nampak wajah-wajah yang memancarkan senyum keramahan. Tidak dapat aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Perlahan bak mentari yang beranjak untuk bersinar, disitulah kesadaranku mulai kembali.

“Operasimu berjalan lancar. Dan beberapa hari ke depan kamu sudah bisa pulang,” kata ibuku dengan lembut.

“Hah operasi…”

“Iya sayang, kan semalam kamu dioperasi. Kamu gak ingat?”

Aku masih belum bisa mengingat kejadian di hari kemarin. Semuanya masih samar-samar. Hanya ada pecahan bayangan demi bayangan. Yang masih tersisa dalam ingatanku hanyalah Sean. Yah, semalam saat aku dan Sean berboncengan naik motor, tapi setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.

“Sean, Sean ada di mana bu?” tiba-tiba aku teringat dengan Sean.

Ibu hanya diam saja. Kulihat orang-orang di sampingku tertunduk seolah-olah mereka enggan bicara. Membisu dan hening suasana saat itu. Kulihat ayah memberikan sepucuk surat. Dengan gemetar aku buka surat berwarna merah jambu.

“Hai, gimana kabarmu? Aku harap kamu baik-baik saja. Saat kamu baca surat ini, aku mungkin sudah pergi jauh. Aku minta maaf telah meninggalkanmu sendirian dan tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku merasa aku bukan orang yang tepat untuk membahagiakanmu. Kecelakaan semalam terlalu parah buatku, dan kata dokter sangat kecil kemungkinan untuk selamat. Tapi aku bahagia melihat kamu baik-baik saja, walaupun itu jauh dari tempat yang tidak bisa kamu lihat. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu selamanya. Jagalah hati ini baik-baik dan tersenyumlah …. Sean.”

Aku tidak kuasa lagi menahan air mataku. Semuanya laksana mimpi dan aku tidak ingin terbangun lagi. Tiba-tiba ibu memelukku dan menenangkanku sambil berkata, “Sean telah mendonorkan hati nya untukmu, karena ia berharap akan lebih berguna buat kamu. Setidaknya agar kamu bisa hidup lebih lama lagi. Jagalah dan rawatlah hati itu dengan baik!”

Terdiam dan terhanyut aku dalam rasa itu. Aku tidak lagi bisa melihat wajah Sean. Namun aku bisa merasakan kehadirannya, karena hatinya kini selalu bersamaku selamanya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan