Lebih Besar

tetesan tinta merah

Seorang anak kecil sedang bermain tinta merah miliknya. Tanpa disadari ia melihat ibunya sedang menimba air di sumur yang ada didepan rumah.

“Bu, apa yang ibu lakukan?” tanyanya seolah ingin tahu apa yang akan dikerjakan oleh ibunya.

“Ibu sedang mengambil air untuk mencuci baju.”

“Bolehkah aku minta air sedikit bu,” seraya membawa gelas mainannya.

Lantas dituangnya air sumur ke dalam gelas mainan anaknya. Tak berapa lama anak itu meneteskan cairan tinta ke dalama gelas, sehingga air dalam gelas itu berubah menjadi merah.

Sang ibu yang melihat apa yang dilakukannya anaknya tiba-tiba berkata “Coba kamu teteskan tinta itu ke dalam panci! Apa yang terjadi kemudian?”

Anak kecil itu menuruti perkataan ibunya lalu berkata “Air di dalam panci berubah menjadi merah muda bu.”

“Kalau begitu coba sekali lagi kamu teteskan tinta itu ke dalam drum yang ada di dekatmu dan lihatlah apa yang terjadi kemudian?”

Dan anak kecil itu melakukan apa yang ibunya perintahkan.

“Bu, tinta merah ini sudah aku teteskan ke dalam drum yang berisi air, tetapi air di dalam drum tidak berubah warnanya,” anak kecil tiba-tiba berkata pada ibunya sambil keheranan.

Sambil tersenyum sang ibu pun berkata “Dengarlah anakku, jika kita mempunya hati yang memiliki kasih bahkan kasih yang lebih besar untuk mengampuni, maka setiap kesalahan yang orang lain perbuat pada kita tidak akan mempengaruhi hidup kita. Justru dengan mudahnya kita akan mengampuni setiap orang bersalah pada kita dengan kasih yang kita miliki.”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan