Manusia Sakti

Manusia Sakti

Percaya atau tidak, terkadang kekalahan adalah cara terindah agar kita bisa lebih lagi menghargai sebuah kemenangan setelahnya. Terlalu banyak kebahagiaan hidup yang bisa dirasakan tanpa harus mengalahkan semua kompetitor.

Kebahagiaan bisa kita nikmati setiap saat. Bahkan dengan hal-hal yang mungkin saat ini kita anggap sederhana sekali. Mensyukuri tatkala bangun pagi, lelah dari tubuh yang semalam hilang sudah. Bahkan masih bisa menghirup segarnya udara pagi ditemani secangkir kopi susu yang harumnya menusuk hidung. Begitu mudahnya dan begitu gratisnya.

Tapi hal diatas bisa jadi tidak berlaku bagi orang-orang yang tergolong manusia-manusia sakti, yang harus mencapai puncak prestasi tertinggi bahkan “bertapa” bertahun-tahun baru merasa terpuaskan. Atau mungkin melakukan hal-hal yang mustahil atau heroik dulu baru bisa merasa senang.

Tidak usah terlalu memaksakan diri menjadi manusia yang tidak realistis. Yang menginginkan realitas hidup mengikuti suara hatinya sendiri.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan