Melody

Biola

Entah sampai kapan aku merindukannya. Tahukah kau arti sebuah rindu?

Sebuah rasa. Ya begitulah jika kau pernah mengalaminya. Rasa yang memberiku kehangatan dalam setiap nafasku.

“Namaku melody …”

Begitulah pertama kali aku berjumpa dengannya. Melody?

Melody yang memaksaku untuk datang pagi-pagi sekali. Melody yang hendak kujumpai di taman. Melody, melody, melody.

Bunga mawar saja menghindar saat melihatnya. Anggrek pun malu bersua dengannya. Sedemikian istimewakah melody? Bagiku iya. Ia adalah melody pemecah keheningan.

Namun kini, …

Melody itu sudah tak bernyanyi riang. Melody yang tak berdawai lagi. Melody yang telah berlalu dan tak pernah kembali.

Selamanya …

Dan kuharap, ia tahu … aku merindukannya …

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan