Membakar Masa Lalu

Masa-Lalu

Pernah suatu kali saya kumpulkan surat-surat dari orang-orang yang pernah saya cintai, orang-orang yang peduli dengan saya. Saat ini saya tidak tahu keberadaan mereka. Mungkin ada yang sudah menikah atau belum, yang pasti saya sudah tak lagi mengetahui keberadaan mereka. Yap, mereka adalah wanita-wanita yang pernah mengisi hati ini.

Kuputuskan untuk membakar kumpulan surat-surat itu (jaman saya dulu masih tradisional, belum ada handphone). Kurelakan semua kisah itu pergi seiring dengan asap yang membubung tinggi. Nyala api mulai menghanguskan masa laluku. Berakhir sudah cerita-cerita cengeng dan galau yang mungkin masih teringat samar-samar di hati.

Tibalah saatnya saya pilih jalan yang lurus untuk semua masa depan yang lebih baik. Tak perlu lama-lama menoleh kebelakang. Sesekali bolehlah, tapi kaki ini harus terus melangkah kedepan. Pandangan mata ini harus terus menatap ke depan. Pikiran ini harus berorientasi untuk masa depan. Rasakan kumpulan energi yang datang entah dari mana, yang mengisi semangat untuk terus bergerak maju. Untuk selalu optimis.

Hari ini saya telah membakar dan menghanguskan masa lalu, saya adalah manusia baru yang seolah terlahir kembali untuk mencapai masa depan. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan