Menanam Kebencian

Kentang Busuk

Seorang ibu guru mencoba memberikan pengertian kepada murid-muridnya tentang sikap hidup. Bahwasanya dalam hidup kita harus saling menolong dan bukan saling membenci. Saling menguatkan dan bukan untuk saling menjatuhkan. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan keberadaan orang lain.

“Anak-anak mulai hari senin sampai dengan hari sabtu, ibu guru minta kalian membawa kentang sebanyak orang-orang yang kalian benci. Dan tuliskan nama orang itu pada kentang kalian lalu masukkan kentang itu ke dalam plastik. Bawalah kentang tersebut setiap hari ke sekolah.”

Dan benar saja para murid melakukan apa yang telah diperintahkan oleh ibu guru. Hari senin ada yang membawa satu kentang, ada yang dua kentang bahkan ada yang sampai lima kentang. Keesokan harinya semakin banyak kentang yang masing-masing anak bawa. Hingga sampai hari jumat, anak-anak itu mulai mengeluh dengan kentang-kentang yang mereka bawa. Selain karena tambah berat juga kentang-kentang itu semakin membusuk dan menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Tak ada gunanya kita menanam kebencian. Akan lebih berguna bila kita bisa memaafkan kesalahan orang lain. Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati dan kebencian membusukkan tulang.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan