Mencari Idola

Bersepeda

Setiap dari kita pasti mempunyai idola. Ya mungkin tidak semuanya. Idola atau tokoh teladan atau panutan atau apapun itu, rasa-rasanya agak sulit mencarinya di tengah dunia yang tak sempurna ini. Atau bagi yang tak ingin mencari idola bisa jadi karena selalu terdapat kekurangan dari siapapun yang dianggap pantes jadi idola atau teladan.

Namun yang sedikit menjadi aneh adalah yang pada mulanya kita punya tokoh idola. Meanggap dia adalah panutan yang pantas untuk diikuti. Seiring berjalan waktu, barulah teruangkap sisi buruknya yang lain. Dan tanpa dikomando, kita lantas kabur sembari menyumpahi sang patron karena dianggap mengecewakan. Kalau caranya selalu begini, bangsa ini akan selalu jalan ditempat atau mungkin akan “atret” (mundur bareng-bareng).

Sah-sah saja kalau kita ingin punya idola. Namun jangan terjerumus jika nantinya tak sesuai keinginan kita. Malah-malah jadi tambah dosa. Mengapa kita tak mengidolakan Tuhan saja. Saya yakin seyakin-yakinnya, Dia tak pernah membuat kita kecewa.

Daripada nantinya kita sibuk mencari kesalahan orang lain, lebih baik kita lebih serius dalam memperbaiki diri kita masing-masing. Mengambil teladan dari siappun selama itu berguna bagi hidup kita dan tetap bersabar bila nantinya tak selaras dengam keinginan kita.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan