Mengasihi TUHAN

uluran-tangan3

Pagi itu Kinan tengah bersiap untuk pergi beribadah. Kinan adalah seorang wanita yang memegang teguh ajaran agama yang diyakininya. Tak pernah lalai ataupun terlambat untuk datang beribadah. Selalu mengamalkan apa yang Tuhan perintahkan.

“Kinan, bisa tolong saya sebentar?”

Sebuah suara tiba-tiba memanggilnya. Dialah bibi Mery, tetangga yang berdampingan dengan rumah Kinan.

“Iya bibi Mery, ada perlu apa bibi memanggil saya.”

“Bisakah kamu bantu saya mencari kunci rumah. Sepertinya tadi jatuh di sekitar halaman, tapi dengan kondisi mata yang demikian, saya agak kesulitan mencarinya seorang diri?”

Saat itu Kinan memang melihat bibi Mery membawa keranjang belanja yang telah penuh dengan barang. Dan sepertinya ia baru saja pulang dari pasar, lalu saat hendah membuka pintu rumahnya kemungkinan kuncinya jatuh di halaman hingga ia tak bisa masuk ke dalam.

Kinan terdiam, berpikir apa yang harus ia lakukan sekarang. Padahal ia tengah bergegas untuk pergi beribadah.

“Apa yang harus aku lakukan?” gumam Kinan dalam hati.

“Kinan…” bibi Mery tiba-tiba memanggilnya kembali.

Tiba-tiba Kinan tersenyum. Ia ingat akan sesuatu. Bagaimana mungkin manusia mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jikalau pada sesamanya (yang kelihatan) ia tidak melakukannya.

“Iya bibi Mery, Kinan bantu!” sambil pergi menghampiri bibi Mery.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan