Mental Baja

Menempa Baja

Sebuah kaca merasa sangat ketakutan untuk masuk dalam ruang ujian. Mukanya pucat pasi dan tubuhnya terlihat gemetaran. Ia merasa ragu-ragu untuk melangkah masuk.

“Hai, teman mengapa kamu terlihat ketakutan? Apa yang terjadi pada dirimu? Mungkin aku bisa membantumu,” tanya sepotong baja yang tiba-tiba berdiri disamping kaca.

“Iya, aku sangat takut untuk mengikuti ujian ini. Kamu tahu kan kalau yang menguji kita adalah sebuah palu yang besar. Aku pasti akan hancur berkeping-keping saat palu itu mengujiku.”

Ditengah kesedihannya, tiba-tiba kaca itu melihat baja itu masuk ke dalam ruangan. Ia ingin sekali memperingatkannya namun terlambat. Besi itu sudah masuk dan pintu ujian telah tertutup. Kaca itu sangat kuatir akan keberadaan temannya yang di dalam. Ia takut kalau-kalau saat keluar temannya akan menjadi hancur seperti yang ia pikirkan.

Beberapa lama kemudian, keluarlah besi itu dari ruang ujian. Kaca pun senang melihat temannya tidak apa-apa. Namun ia merasa kaget sekaligus kagum, karena temannya sekarang bukan lagi sepotong baja yang biasa-biasa saja.

Ia telah berubah menjadi sebuah pisau yang tajam. Lebih baik dari keadaan sebelum ia masuk.

Jika saat ini kita mempunya mental kaca, maka setiap masalah yang timbul akan menghancurkan hidup kita, namun bila mental baja yang kita miliki, masalah demi masalah yang kita hadapi akan membuat kita semakin kuat dan lebih dewasa.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan