Meski Lelah Tetap Ku’jalani (ku’tunggu)

penantian

Meskipun seperti tak nyata bagiku, namun aku percaya segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan. Demikian jugalah aku yang masih sendiri. Aku hanya perlu bersabar dan tetap berusaha agar kelak bisa berjumpa dengan seseorang yang istimewa. Menunggumu agar di saat yang tepat kau akan hadir. Hadir tepat di hadapanku.

Dimanakah kau berada sekarang? Apakah Tuhan masih menyembunyikannya dariku? Aku rasa saatmu untuk keluar belumlah dimulai. Aku dan kamu harus sabar untuk menunggu hingga waktu yang telah ditentukan.

Menunggu tidaklah mudah, namun aku tahu bahwa aku tak boleh menyerah. Jangan biarkan mereka tertawa dan mencibir perjuanganku. Meskipun hati ini lelah, akan tetap aku jalani.

Dan untuk saat ini, biarkanlah semua berjalan sesuai skenario-Nya. Ikuti saja arus yang membawa kita dengan segala kesibukan dan kebahagiaan kita sendiri-sendiri. Hingga di ujung muara, kita akan bertemu dan meraih kebahagiaan bersama-sama.

Sambil mendengarkan musik dan memesan dua cangkir kopi hangat. Duduk dan berbagi kisah perjalanan hidup. Mengakhiri masa penantian. Memulai petualangan hidup yang baru, … hanya denganmu … selamanya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan