Mustahil Itu Tidak Mungkin

melangkah

Begitu tebal kabut menutupi mataku
Begitu banyak suara sumbang mengganggu langkahku
Begitu banyak nafsu dendam iri dengki takut dan ngeri menggerogotiku
Perjalanan ini begitu jauh dan melelahkan
Hampir tak kuat lagi melangkah
Tubuhku habis seolah terhisap bumi

Tapi kakiku yang melepuh terus bergerak
Selangkah lagi .. lagi … lagi …
Di belakang, kanan dan kiri jurang membentang
Tak ada jalan pulang

Seribu luka kupanggul dengan darah mengucur
Selangkah lagi … lagi … lagi …

(Tuhan Sang Penggoda)

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan