Orang Asing

Orang asing

Sebuah banguan yang sudah lama tak berpenghuni, kau biarkan kosong. Kau terlalu takut untuk membuka pintunya. Melihat ke dalam kalau-kalau ada sesuatu yang bisa menyakitimu. Kau tak berani untuk membersihkannya. Hanya duduk di serambi sambil terus memegang kunci yang selalu kau gantungkan di leher.

Dan kau hanya menanti dan terus menanti. Berharap  semua ketakutan ini akan berlalu. Namun sampai kapan? Jawaban itu yang terus slalu kau nanti. Sepanjang hari, setiap waktu.

Hingga suatu saat, tanpa kau sadari seseorang datang ke rumah itu. Kau tersenyum ramah dan tak butuh waktu lama, kau sudah akrab dengannya. Orang asing, ya itulah sebutan yang kau berikan padanya. Orang asing yang ingin masuk ke dalam bangunan itu. Orang asing yang selalu mengembara mengikuti kata hatinya. Orang asing yang tidak bisa menemukan tempat untuk bersandar bahkan untuk bermalam.

Ingin rasanya kau membantunya. Membiarkan orang asing itu tuk bermalam. Mengijinkannya untuk melepas penat dan letihnya. Orang asing itu hanya tersenyum sambil minta ijin untuk berbaring di serambi dan tak lama ia pun memejamkan matanya.

Kau pun mencoba membangunkannya dan memberikan kunci, namun lagi-lagi, kau masih terbayang ketakutan. Ketakutan masa lalu yang belum bisa hilang sepenuhnya dari hidupmu. Dan kau berharap, semoga saja orang asing ini bisa mengembalikan senyum dalam hidupmu sampai selamanya.

Itulah harapanmu, itulah harapannya (Orang Asing)

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan