Orang Tua Hebat

Kasih Orang Tua

Suatu kali sepulang sekolah, seorang anak menghampiri ibunya yang saat itu sedang memasak. Dengan sikapnya yang sedikit manja, tiba-tiba anak itu berkata.

“Ibu, disekolah tadi temanku cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri yang digigit nyamuk sampai kenyang agar nyamuk itu tidak menggigit tangan temanku. Apakah ibu juga akan berbuat demikian juga padaku?”

Sang ibu tertawa dan menghentikan kegiatan masaknya. Dipandangnya anak kesayangannya. Didekapnya sambil berkata “Tidak, anakku. Tapi ibu akan mengejar nyamuk itu sepanjang malam dan tak akan membiarkan ia menyentuhmu bahkan menggigitmu. Ibu akan menjagamu dan melindungimu.”

“Terima kasih bu, tapi temanku tadi juga cerita kalau ibunya rela tidak makan agar anaknya bisa makan sampai kenyang. Kalau ibu bagaimana?”

Kali ini sang ibu menatap anaknya dan berbicara dengan suara yang lebih tegas.

“Ibu akan bekerja keras agar kita semua dapat makan sampai kenyang. Dengan demikian kamu tidak perlu ragu lagi makan sementara melihat ibu yang tidak makan. Karena hal itu tak akan terjadi.”

Si anak merasa tenang mendengar jawaban sang ibu. Tiba-tiba ia memeluk ibunya.

“Makasih, ibu. Aku akan selalu bersandar sama ibu. Karena aku yakin dengan bersama ibu aku tak akan jatuh.”

“Tidak nak. Tak selamanya ibu bisa mendampingimu. Ibu akan mendidikmu agar kamu bisa berdiri kokoh dengan kakimu sendiri. Kamu harus bisa mandiri. Jika nanti kamu jatuh dan ibu sudah tidak ada, maka kamu harus bangkit kembali. Percayalah akan dirimu sendirimu.

Memang tidaklah salah jika kita sebagai orang tua rela berkorban demi buah hatinya. Namun jika terlalu berlebihan maka secara tidak langsung akan menumpulkan mental anak-anak kita. Mereka akan menjadi anak-anak yang manja.

Adalah bijak di saat orang tua membentuk anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri di masa depan,  dimana saat itu kita sebagai orang tua sudah tidak lagi bisa mendampinginya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan