Pak Sabar

sabar

Disebuah ujung desa, di dekat hutan bambu tinggal seorang laki-laki bersama dengan anaknya yang saat itu mulai tumbuh remaja. Dialah anak satu-satunya setelah setahun yang lalu, isterinya meninggalkan mereka. Penyakit malaria telah merenggut hidup isterinya yang sangat ia cintai. Namun atas semuanya laki-laki itu tetap tidak mengeluh dengan segala keadaannya. Demikianlah laki-laki itu atau biasa orang-orang memanggilnya Pak Sabar hidup tenang hari demi hari.

Suatu hari, Pak Sabar ingin membawa anaknya pergi ke ladang. Ia bermaksud melatih anaknya agar mahir untuk menunggang kuda. Dengan hati-hati dan penuh kasih sayang, Pak Sabar mengajari tentang teknik yang benar untuk mengendalikan seekor kuda. Jauh di dalam hatinya, anaknya itu adalah permata bagi hidupnya. Tak ingin segala sesuatu hal buruk terjadi pada anak satu-satunya itu.

Namun malang tak dapat mereka hindarkan. Saat anaknya mengendarai kuda, tiba-tiba …

“Gubrak …!”

“Oug … !” teriak anak laki-laki itu.

Pak Sabar pun segera berlari mendekati anaknya yang jatuh terkapar dari punggung kuda. Sudah jatuh tertimpa tangga. Bagaimana tidak, entah kebetulan atau tidak sesaat setelah anak itu jatuh tiba-tiba kuda itu menjadi liar dan menginjak-injak tubuh anak yang tak berdaya itu.

Setelah kejadian, Pak Sabar terlihat sangat murung dari hari ke hari. Ia tak bisa lagi melihat anaknya seperti semula. Kaki kirinya mengalami patah tulang yang cukup parah. Dan mau gak mau, anaknya itu harus menghabiskan waktunya di kursi roda. Pak Sabar tak habis pikir dengan malapetaka yang terus menimpa keluarganya.

Hingga suatu hari, terdapatlah situasi darurat militer di daerah itu. Setiap keluarga dari seluruh desa yang mempunyai anak laki-laki dan sehat secara jasmani dan rohani wajib mengikuti wajib militer. Mereka semua akan membantu prajurit kerajaan untuk maju ke medan perang. Melihat kejadian itu, Pak Sabar akhirnya sadar dan mengerti akan arti dari semua yang pernah terjadi dalam keluarganya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan