Patah Hati

menolong-orang-lain

“Mungkinkah ini yang di sebut kegagalan dalam cinta.” Kata-kata itu sering kita ucapkan tatkala kita mengalami apa yang dinamakan “Patah Hati”. Kalau boleh memilih, tak ingin kita merasakannya. Memohon pada Tuhan agar selalu diberikan yang namanya kebahagiaan.

Apakah selalu demikian. Apakah Tuhan gak boleh memberikan ujian pada umatnya termasuk dengan ujian “Patah Hati”. Semudah itukah kita untuk menyerah. Cobalah kita renungkan tatkala kita mengalami patah hati atau kekecewaan, apakah semuanya sudah berakhir? Aku rasa tidak.

1. Tatkala kita sedang patah hati, kita masih bisa menolong orang lain
Orang yang pernah mengalami operasi jantung, akan lebih mudah memberikan dukungan pada temannya yang akan dioperas jantung. Orang yang buta akan lebih mengerti perasaan temannya yang tidak bisa melihat. Ketika kita merasakan luka patah hati, kita akan bisa mengerti dan membantu teman kita yang sedang bersedih karena hal yang sama. Hingga tanpa sadar kita akan lupa akan kesedihan yang kita rasakan. Merasa lega menolong teman dan tanpa disadari telah menyembuhkan luka kita sendiri.

2. Kita tidak gagal sedikitpun
Kegagalan, itulah kata-kata yang selalu menghantui kita. Kita telah gagal, gagal dan gagal. Terpuruk, hancur dan terabaikan. Namun akan ada masa dimana kamu berada bersama teman-teman yang selalu mendukungmu. Mereka akan mengatakan bahwa kamu tidaklah gagal. Memang benar hubunganmu hancur dan berantakan, namun lihatlah bahwa dirimu masih hidup. Kamu masih bisa memulai lagi dari awal. Dan tanpa terasa kamu pun telah melangkah lebih jauh lagi, menjadi semakin kuat, dewasa dan bijaksana.

3. Bertemu dengan babak selanjutnya dalam hidup
Terkadang dalam keadaan yang demikian, kita akan tahu siapa yang benar-benar teman/sahabat sejati kita. Tatkala kita sendiri, tanpa kita duga teman sejati akan muncul dan datang. Memberimu kekuatan dan pijakan untuk terus bangkit. Tuhan tahu kamu tak akan mengalami masalah melebihi kekuatanmu. Percayalah.

4. Tuhan tunjukkan “Mengapa bukan dia?”
Suatu saat kita akan benar-benar percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik. Mungkin tak sesuai dengan keinginan kita saat itu. Kita selalu mencari jawaban mengapa ini mesti terjadi?
Mengapa bukan dia yang menjadi pasanganku? Mengapa harus bertemu kalau akhirnya harus berpisah juga? Hingga akhirnya kita bertemu dengan orang yang benar-benar memahami , setia dan mendampingi kita sampai tua. Itulah yang dinamakan jodoh.

5. Hingga akhirnya, kamu bisa berterima kasih dengan sang mantan
Saat kamu bisa melewati semuanya, kegagalan demi kegagalan dan kamu masih tetap berdiri, kamu ingin sekali berterima kasih padanya. Juga pada sang mantan. Sisi baik yang bisa kamu ambil, pelajaran yang berharga dalam hidupmu. Kamu lebih mengerti akan arti kesetiaan dan menghargai hidup.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan