Pepaya Pengetuk Hati

Daun-Papaya

Pagi itu seorang kakek terlihat murung. Ia mendapati ada yang hilang dari pohon pepaya yang dimilikinya. Kemarin masih ada 3 buah yang siap untuk di petik, namun pagi ini hanya tersisa 1 buah.

“Mengapa kamu tampak murung pagi ini? Apakah karena pepaya yang dicuri itu? Masakan hanya karena pepaya, engkau larut dalam kesedihan dan kehilangan kebahagiaanmu?” ujar sang isteri.

“Bukan itu yang aku sedihkan, kamu tahu sendirikan kalau pohon pepaya itu lumayan tinggi. Coba kamu bayangkan bagaimana sulitnya orang yang mengambil pepaya kita, ia harus mengendap-endap agar tidak ketahuan orang. Belum lagi ia mesti memanjat agar bisa memetik pepaya itu,” kakek itu berkata pada isterinya.

Tak berapa lama, kakek itu pergi ke samping rumah untuk mengambil sesuatu.

“Aku akan menaruh tangga ini di pohon pepaya itu, dan jika malam ini orang yang telah mengambil pepaya kita sebelumnya itu datang lagi maka tentunya ia tak akan kesulitan untuk mengambil yang satunya lagi,” ujar sang kakek pada isterinya.

Esok paginya …

Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumah kakek itu. Seorang pemuda datang sambil membawa bungkusan. Pada awalnya kakek tidak kenal dengan pemuda itu, namun singkat cerita ternyata pemuda itulah yang mencuri 2 buah pepaya milik kakek itu.

“Sebenarnya kemarin malam saya hendak mengambil buah pepaya lagi yang tersisa satu buah, namun sesampainya di sana saya mendapati sebuah tangga yang tersandar pada pohon pepaya itu. Tiba-tiba saya sadar dan tahu bahwa kakek yang melakukan semuanya itu. Untuk itu saya dating ke sini untuk minta maaf atas kesalahan saya. Dan untuk menebus kesalahan saya, saya membawa beberapa buah pepaya yang baru saya beli dari pasar,” kata pemuda itu.

Mampukah kita untuk selalu mengucap syukur dan berpikir positif bahkan tetap berbuat kebaikan tatkala kita telah kehilangan sesuatu?

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan