Perampok Sejati

Perampok

Siang yang terik di sebuah kota kecil sedang terjadi perampokan di salah satu bank. Dua orang perampok berhasil menggasak beberapa kantong uang yang ada di brankas. Namun sebelum mereka berhasil menggasak semuanya, terdengarlah suara mobil polisi. Alhasil mereka pun bergegas meninggalkan bank itu dengan hanya membawa 3 buah kantong yang berisi uang.

Di tempat persembunyiannya, perampok yang muda (lulusan S1) berkata kepada perampok yang lebih tua (hanya lulusan SD).

“Bang, mari kita hitung uang ini. Berapa banyak yang kita dapat kemaring siang?”

Perampok yang lebih tua pun menjawab.

“Gak perlu, Uang nya begitu banyak dan pasti butuh waktu lama buat menghitungnya. Malam ini kita lihat berita di TV saja, nanti kita juga akan tahu berapa jumlah uang ini.”

Inilah yang disebut pengalaman, yang mana pengalaman lebih penting daripada sebuah gelar.

Di lain tempat, manager bank berkata pada supervisornya. “Mari kita lapor kepada polisi tentang jumlah uang yang hilang.”

“Tunggu dulu, mari kita ambil 70 juta dollar setelah itu baru kita laporkan kepada polisi,” kata supervisor bank tersebut.

Keesokan harinya, berita di TV melaporkan bahwa telah terjadi perampokan sebesar 100 juta dollar. Perampok yang melihat dan mendengar berita itu lantas segera menghitung uang hasil rampokannya. Dan ternyata mereka jumlah uang yang mereka rampok berjumlah 30 juta dollar.

Perampok bank hanya mendapat 30 juta sedangkan pegawai bank memperoleh 70 juta. Ini yang di sebut berani mengambil kesempatan dan resiko.

Lantas siapakah perampok yang sejati dan lebih professional?

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan