Percayalah Akan Kebaikanmu

Padang Gurun

Disebuah padan gurun terlihat seorang anak muda yang berjalan dengan terhuyung-huyung. Ia nampak sekali kelelahan. Peluh keringat mengalir deras di seluruh wajahnya. Berkali-kali ia jatuh dan hampir tidak sanggup lagi untuk melangkah. Samar-samar dilihatnya ada sebuah rumah tua diujung jalan yang ia lalui.

Rumah itu terlihat sangat tua. Seperti sudah tidak terawat. Tiang-tiang penyangga hampir roboh. Anak muda berusaha mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa dahaganya. Hingga akhirnya ia melihat sebuah pompa air di belakang rumah. Betapa senangnya anak muda itu. Bergegas ia segera memompa air tersebut. Namun tak setetes air pun keluar dari pompa itu. Ia terlihat sedih dan putus asa.

Tanpa sengaja dilihatnya ada sebuah kendi. Dibawahnya ada catatan yang berkata “Pompa itu bisa bekerja jika dipancing dahulu. Tuangkan air dalam kendi ini dan pompalah kembali. Percayalah air akan keluar dari pompa itu. Setelah jangan lupa untuk mengisi kembali kendi ini dengan air agar bisa digunakan oleh orang lain yang singgah di tempat ini.”

Sejenak anak muda terlihat ragu-ragu.

“Bagaimana jika setelah air dalam kendi ini aku tuang dan pompanya tidak bekerja, bukankah aku akan mati? Bukankah lebih baik jika air kendi ini aku minum sehingga aku bisa melanjutkan perjalananku. Peduli apa aku dengan orang lain yang nanti akan singgah,” anak muda bergumam dengan sendirinya.

Akhirnya diputuskannya untuk menuang air kendi itu ke dalam pompa tua itu sambil terus memompanya. Dan benar sekali, air keluar melimpah dari pompa tersebut.

Percayalah akan kebaikan yang kita lakukan. Semuanya tak kan kembali dengan sia-sia.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan