Pintu Surga

pintu.surga

Di depan pintu surga, seorang yang saleh dan baik semasa masih di bumi, tidak terima karena namanya tak tercantum untuk masuk ke dalam. Ia menanyakan pada malaikat penjaga kalau-kalau ada kesalahan. Bagaimanapun mungkin hal itu terjadi? Memberi sumbangan dan sedekah, sembahyang, menolong sesama tak pernah ia tinggalkan. Dan untuk kesekian kalinya ia yakin bahwa ada kesalahan.

Bahkan yang membuatnya semakin tidak terima adalah ia melihat salah seorang tetangganya yang semasamasih hidup tetangganya itu tinggal disebelah rumahnya. Tetangganya itu adalah seorang supir bus. Namun bukan sembarang supir bus. Dan ia terkejut bukan kepalang, tetangganya itu namanya ada dalam daftar malaikat yang menjaga pintu surga.

“Maaf lho mas malaikat… Bukannya saya mau protes, kok bapak sopir itu namanya ada didaftar, sedangkan saya kok gak ada ya?” begitulah orang yang saleh mempertanyakan kejadian itu.

Sambil memasang wajah yang sedikit angkuh “Mas malaikat tahu sendiri kan seluruh kegiatan amal ibadah yang saya lakukan semasa masih di bumi?”

Sang malaikat pun hanya tersenyum sambil berkata dengan ramahnya “Saya tahu pak seluruh apa yang bapak lakukan selama masih dibumi. Bapak selalu berbuat amal pada orang lain. Namun pernahkah bapak melihat berapa banyak orang yang sungguh-sungguh belajar ilmu kebaikan dari bapak? Bukankah bapak berbuat demikian agar semata-mata dilihat orang?”

Dengan kesal karena diremehkan lantas ia pun bertanya “Lalu kebaikan apa yang telah dilakukan sopir bus ini. Dia kan hanya sopir bus, terkadang malah sering ugal-ugalan.”

Malaikat itu melanjutkan perkataannya.

“Memang benar dia hanya seorang sopir bus yang terkadang ugal-ugalan. Mungkin ibadahnya tak sebanyak milik bapak. Selama 40 tahun jadi sopir dan saat ia ngebut, seluruh penumpang bus berdoa dengan khusyuknya meminta keselamatan pada Tuhannya. Doa yang sesungguhnya dari hati yang paling dalam. Banyak yang cemas kalau-kalau doa mereka tak dikabulkan.”

“Gimana, sudah jelas belum pak?”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan