Recehan Sebuah Keikhlasan

Recehan Sebuah Keikhlasan

Recehan Sebuah Keikhlasan

Belajarlah mengawali sebuah hari dengan niat untuk memberi. Mulai dengan sesuatu yang kecil dan mungkin tidak berharga di mata kita. Beberapa recehan yang berserakan di sana sini. Kumpulkanlah, dengan satu tujuan untuk di berikan

Tidak akan pernah tahu di mana saat itu datang. Apakah di dalam sebuah bus kota yang panas lalu datanglah para musisi jalanan, atau mungkin di dalam mobil pribadi yang berac yang sejuk lalu tampaklah sepasang tangan kecil yang mengetuk jendela kaca mobil kita.

Tak peduli tentang sebuah argumen rasa kemalasan dan kemiskinan. Jika kita ada niat untuk memberi, berikanlah sekeping atau dua keping recehan. Tak perlu banyak berpikir dan berdebat dalam hati. Toh hal itu tidak akan membuat kita menjadi miskin.

Atau mungkin ada perasaan kesal dan enggan untuk mengerakkan tangan kita. Hapuslah rasa itu seiring dengan uluran tangan kita. Tak seorangpun sebenarnya yang ingin menjadi musisi jalanan ataupun seorang peminta. Tak kan kita tahu alasan dibelakang kehidupan mereka. Tidak usah berpikiran yang negatif. Cukup berikanlah sesuai keikhlasan hati kita.

Rasakan saja sesuatu yang mengalir dari dalam diri kita melalui tangan yang terulur. Sesuatu yang mungkin tidak pernah kita sadari, yang bernama Kasih Sayang.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan