Reclaim Your Heart

POT

Seperti pot kaca yang begitu jatuh dan pecah, kepingan-kepingannya tidak akan pernah kembali seperti sediakala. Begitu pula hati kita.

Namun, masalahnya bukan pada pot tersebut dan bukan pula pada kenapa ia bisa jatuh.

Dan kita tidak dapat sama sekali menyalahkan hukum gravitasi yang membuat pot itu jatuh, kita pula tidak bisa menyalahkan pot kaca yang pecah. Atau seseorang yang membuatnya terjatuh.

Hukum gravitasi adalah sesuatu yang telah pasti adanya bahwa sesuatu pasti jatuh ke bawah tidak terbang ke angkasa. Pot kaca juga tercipta rapuh, mudah pecah, ia tidak diciptakan untuk dibanting. Seseorang yang menyenggolnya dan membuatnya terjatuh juga suatu kewajaran.

Masalahnya terletak pada kita. Seharusnya kita tidak meletakkan pot kaca itu terlalu pinggir di meja, yang membuat seseorang bisa saja menyenggolnya dan jatuh.

Salah satu kutipan dalam buku ‘Reclaim your Heart’

Begitu pula dalam kehidupan kita, sakit hati, kecewa, sedih, dan perasaan tidak nyaman lainnya, sebenarnya bukan karena hal lain. Titik pangkalnya ada pada diri kita. Misalnya kita meletakkan harapan atau ekspektasi pada orang, kemudian ketika harapan itu tidak sesuai, kita kecewa. Misalnya lagi kita terlalu bergantung pada orang-orang, entah itu keluarga, sahabat, ataupun pasangan, yang ketergantungan itu menentukan kebahagiaan atau kesedihan kita.

Namun, segala hal di dunia ini tidak ada sempurna, semua hal yang ada di dunia ini diciptakan sementara yang suatu saat akan hilang akan musnah. Dan kita tidak dapat menyalahkan orang karena membuat kita kecewa karena mereka bisa saja membuat kesalahan karena mereka tidak tercipta sempurna. Kita tidak dapat menyalahkan orang-orang yang meninggalkan kita dan membuat kita bersedih, karena tempat fisik mereka di dunia ini tidak abadi. Tubuh dan fisik mereka mempunyai kadar dan batas akhirnya.

Dan hanya satu yang sempurna, yang tidak perlu apapun dan tidak pernah pergi serta abadi. Dialah Tuhan.

Yang perlu dikoreksi adalah di mana kita menempatkan ketergantungan hati kita, apakah pada sesuatu yang rapuh? Ataukah pada satu yang kuat. Karena ranting diciptakan rapuh, sehingga ketika kita bersandar padanya dapat dipastikan kita akan jatuh. Hanya ada satu pegangan yang begitu kokoh, yang jika kita bergantung padanya maka kita tak akan pernah terjatuh.

—0O0—

Comments

comments

Tinggalkan Balasan