Salam Sederhana

jump

Adalah seorang wanita yang bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian daging. Dan seperti biasa pagi itu ia bekerja sebagaimana layaknya hari-hari kemarin.

Saat jam kerjanya telah selesai , maka iapun berkemas-kemas untuk pulang. Dia menyempatkan diri menuju ruang penyimpanan daging  untuk memeriksa sesuatu. Tapi malangnya, tiba-tiba …

Pintu itu tertutup.

Wanita itu terkunci di dalam tanpa ada seorangpun yang tahu. Tak ada yang bisa menolongnya. Meskipun ia berteriak dan memukul pintu itu sekuat tenaga namun semuanya itu sia-sia. Tak ada yang mendengar tangisan dan teriakannya.

Hampir semua para pekerja telah meninggalkan tempat itu. Hingga suasana menjadi sepi. Terlebih lagi dari luar ruangan penyimpanan tidak dapat terdengar sedikitpun suara yang berasal dari dalam ruangan pendingin tersebut.

Wanita itu tampak putus asa. Ia sadar bahwa semuanya akan berakhir. Ia menggigil kedinginan, lebih lagi dan lagi.

Lima jam kemudian …

Ketika ia merasa di kematian yang akan menjemputnya, tiba-tiba pintu itu terbuka. Seorang satpam perusahaan itu telah berdiri di depan pintu.

Segera ia menolong wanita itu yang terduduk dengan lemasnya karena kedinginan. Wanita itu bersyukur karena nyawanya masih dapat terselamatkan.

Tiba-tiba wanita itu bertanya pada satpam yang telah menolongnya.

“Pak, bagaimana anda berhasil menemukan saya?”

Lalu satpam itu menjelaskan.

“Sudah hampir 35 tahun saya bekerja di perusahaan ini. Ratusan pekerja dating dan pulang setiap harinya. Banyak yang menganggap saya tidak ada. Meskipun setiap harinya saya ada di pos jaga. Namun hari ini, kamu bekerja seperti biasanya dan mengucapkan selamat pagi padaku. Hanya kamu yang menyapaku setiap hari.”

Wanita itu terdiam mendengarnya.

“Tapi sore ini setelah jam kerja, saya penasaran karena belum mendapat ucapan “Mari pulang, sampai jumpa besuk ya!” Oleh karena itu saya beranggapan , sesuatu telah terjadi pada dirimu. Saya putuskan untuk memeriksa ke seluruh tempat tanpa terkecuali. Hingga saya bisa menemukanmu di tempat ini.”

“Karena ucapan salam sederhanamu itu membuat saya merasa dihargai.”

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan