Sebuah Kesempatan

GROW

Adalah dua biji tanaman yang saat itu ada di sebuah ladang. Sang pemilik ladang berharap biji tanaman itu bisa tumbuh dengan lebat dan menghasilkan sesuatu.

Biji tanaman yang pertama berkata dalam hati “Aku ingin sekali tumbuh menjadi pohon yang tinggi dan lebat. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam ke tanah. Menjulang ke langit dan merasakan kehangatan matahari serta kelembutan embun pagi. Buahku banyak dan daunku pun rimbun. Dahan yang kuat dan nantinya banyak burung-burung yang hinggap di carang-carangku.

Dan akhirnya biji tanaman yang pertama pun tumbuh dan semakin lebat dan menjulang setiap harinya.

Akan tetapi biji tanaman yang kedua memiliki sedikit keraguan. Dia takut kalau-kalau akarnya yang menjalar dimakan oleh hewan-hewan yang hidup di dalam tanah. Takut kehilangan keindahan bakal tunasnya. Takut kalau-kalau saat mulai tumbuh ada anak-anak kecil yang mencoba mencabut dari tanah. Semua ketakutan dan kecemasan membayang-bayangi biji tanamapun yang kedua. Akhirnya ia putuskan untuk menunggu hingga semuanya menjadi aman.

Biji tanaman yang kedua pun hanya terus menunggu hari demi hari dalam kesendiriannya.

Dan akhirnya beberapa hari kemudian, seekor ayam mengais-ais tanah dan memakan biji tanaman yang kedua. Lenyap sudah selamanya.

Hidup adalah sebuah pilihan. Hadapilah dengan berani. Ambilah keputusan dengan bijak. Selalu ada resiko yang kita ambil. Namun jangan sampai keraguan dan ketakutan menghentikan langkah kita.

Bukalah setiap pintu yang saat itu ada mengetuk, karena siapa tahu tak kan ada lagi yang mengetuk pintu itu untuk kedua kalinya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan