Secangkir Teh dalam Hidup

secangkir-teh

Seperti secangkir teh. Itulah bentuk kehidupan manusia. Dengan campuran gula manis dan teh yang pahit maka tersajilah secangkir teh yang siap untuk di nikmati. Manusia pun demikian, ada kebaikan dan keburukan dalam hidupnya. Tak perlu berkecil hati, karena kita bukanlah makhluk yang tanpa dosa. Cukup jalani saja yang baik dan benar dan tinggalkan yang tak berkenan di hadapanNya.

Ada pula yang membuat teh dengan menuangkan gula manis namun tak mangaduknya. Gula itu dibiarkan terendap di dasar gelas. Namun saat kita meminumnya, awalnya akan terasa pahit dan lama-lama akan terasa manis dan semakin manis. Hidup ini pun tak semulus dan selancar yang kita bayangkan, penuh cobaan dan kerikil kepahitan yang menghiasinya. Sabarlah karena akan ada saatnya itu menjadi manis .

Diperlukan sebuah cangkir, sendok dan air panas, selain teh yang pahit dan gula manis untuk menghasilkan secangkir teh yang harum dan nikmat. Diperlukan kebersamaan dalam hidup. Manusia tak bisa hidup menghasilkan perbuatan yang harum dengan mengabaikan orang-orang yang di sekitarnya.

Saat menuang teh, harus dilakukan itu untuk diri sendiri dulu. Terlihat janggal, aneh dan egois sih, tapi memang seperti itulah pelayanan yang sebenarnya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan