Secangkir Teh Di Pagi Hari

Secangkir teh

Secangkir teh manis terduduk diam diatas meja,  menemaniku dipagi ini. Dengan kehangatan yang dimilikinya terkadang membuatku merasa rindu. Rindu akan siapa ? Justru itulah yang sedang aku pikirkan saat ini. Mengapa begitu ? Disitupun aku tak tahu.

Sebuah cara untuk menikmati hidup dengan menghirup harumnya teh yang begitu menggoda. Aura pagi hari yang diselimuti ketenangan, kesejukan dan sebuah kenyamanan. Membiarkan otak dan pikiran kita menjadi cair setelah semalaman beku dan dingin seiiring mata yang terpejam untuk beristirahat.

Kehangatannya seolah mengisyaratkan keseimbangan dalam hidupku. Tidak panas , tidak pula dingin. Tidak perlu menghabiskan energy hidup untuk sesuatu yang fana. Tapi tak juga berpangku tangan menunggu rejeki dari langit. Hidup sederhana dengan mulut yang penuh dengan kata-kata syukur. Miniatur kehidupan yang tertata rapi di bawah kolong langit mahakarya Sang Pencipta.

Secangkir teh tidak sekedar minuman yang sederhana. Memang secara penampilannya cukup sederhana. Berwarna bening kecoklatan atau kemerahan. Namun dia tak sesederhana dalam menemani hidupku. Bahkan disaat kantong dompet hanya berbaris pasukan patimura, secangkir teh tak kan malu berada di sampingku.

Karena teh tidak pernah terlalu mahal untuk bisa kudapatkan. Karena teh membuatku menoleh sejenak untuk memeluk kehangatannya. Tidak tajam dan tidak terlalu kuat, mengalir begitu saja masuk ke dalam kerongkonganku.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan