SEDEKAH

SEDEKAH

Sering kita mendengar orang berkata, “Ngapain kalau cuma memberi, kok hanya sebungkus nasi kepada gelandangan? Kenapa kok kita repot-repot ngasih uang recehan sama pengamen? Toh besuk gelandangan itu akan lapar lagi. Pengamen itu hidupnya tidak akan berubah dan pasti ngamen lagi.” Mengapa kita harus merepotkan diri dengan membagikan mi instan kepada orang-orang miskin? Bukankah mereka miskin karena malas untuk bekerja. Jangan memberikan “ikan” tetapi berikan kail pada orang yang kepengin makan ikan.

Kata orang kalau kita memberi ikan itu tidak mendidik mental. Kita harus memberikan kailnya. Memang sih tidaklah salah pemikiran yang seperti itu. Tapi cobalah berpikir dari sudut pandang yang lain. Berpikir secara sistematis dan sederhana. Memang memberi nasi bungkus atau recehan tidaklah akan mengubah hidup mereka. Manfaat terbesar dari sedekah yang kita berikan adalah bukan buat yang menerima tetapi lebih kepada yang memberi.

Sedekah akan membawa hati kita terasa kaya, semiskin apapun keadaan kita. Yang namanya belajar itu semua ada prosesnya. Memang sedekah tak semuanya bisa sampai ke tangan yang tepat. Bahkan sedekah dari orang yang tidak benarpun, tetap akan diterimaNya. Yang bersedekah agar segera dapat jodoh sah sah saja. Yang bersedekah agar kelihatan seperti orang yang dermawan pun juga tidak salah, mungkin lebih baik daripada hanya ngomong saja tanpa memberi apa-apa.

Hingga saatnya nanti tiba dan telah siap, janganlah berkomentar bahkan melarang siapapun yang hanya bisa sedekah “ikan” dan bukan “kail”. Kita tak kan bisa tahu apakah orang-orang yang tinggal di bawah jembatan dan pinggiran sungai yang rawan banjir atau mungkin yang tinggal di dalam gerobaknya, esok pagi masih bisa tersenyum dan menikmati hangatnya mentari, jika di malam yang dingin ini tak ada sesuatu yang dapat mereka makan.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan